SELAMAT DATANG DI WEBSITE BATTRA BANTUL

(PAGUYUBAN PENGOBAT TRADISIONAL)

Kab. Bantul Yogyakarta

Sekilas Tentang Program Kabupaten/Kota Sehat

BERITA – Jumat, 29 Jul 2011 08:40 WIB
Kabupaten Sehat menurut Peraturan Bersama Mendagri dan Menkes No. 34 th 2005 adalah Kondisi Kabupaten yang bersih , indah , aman dan nyaman serta sehat untuk dihuni warganya, yang dicapai melalui konsep penyelenggaraan Kabupaten Sehat dimana hidup sehat sejahtera dengan keseimbangan ekosistem didalamnya.
Sejarah Program Kab / Kota Sehat
Tahun 1996, WHO menetapkan tema hari kesehatan sedunia, “ HEALTY CITIES FOR BETTE LIFE “ .
Pemerintah RI melalui Depkes RI menindaklanjuti melalui seminar dan pertemuan di Jakarta pada 26 Oktober 1998
Menteri Dalam Negeri mencanangkan Pilot Proyek Kota Sehat di 6 Kota, yaitu :
–Kabupaten Cianjur
–Kota Balikpapan
–Bandar Lampung
–Pekalongan
–Kota Malang
–Jakarta Timur
Tatanan yang ada di Program Kab Kota Sehat adalah
1.Kawasan Permukiman dan Sarana Prasarana Sehat
2.Kawasan Lalu Lintas Tertib dan Pelayanan Transportasi Sehat
3.Kawasan Hutan Kota yang Lestari dan Sehat
4.Kawasan Industri dan Perkantoran Yang Sehat
5.Kawasan Pariwisata Sehat
6.Kawasan Pertambangan Yang Sehat
7.Ketahanan Pangan dan Gizi
8.Kehidupan Masyarakat Yang Mandiri dan Sehat
9.Kehidupan Sosial Yang Sehat
Copyright © Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul
READ MORE - Sekilas Tentang Program Kabupaten/Kota Sehat

Program Kabupaten Sehat di Kabupaten Bantul

BERITA – Jumat, 29 Jul 2011 09:02 WIB
Sesuai dengan Visi Kabupaten Bantul sehat yaitu terwujudnya masyarakat Bantul yang sehat melalui sembilan tatanan Kabupaten Sehat secara mandiri sesuai dengan cita-cita Bantul Projotamansari, sejahtera, demokratis dan agamis, dan Misi kabupaten bantul sehat yaitu Promosi dan motivasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan tetap peduli pada lingkungan, maka Kabupaten Bantul berkomitmen untuk mewujudkan Kabupaten Bantul menjadi Kabupaten Sehat.
Untuk mewujudkan Kabupaten Bantul sebagai Kabupaten Sehat, maka Kabupaten Bantul sementara ini baru mengimplementasikan empat tatanan, yaitu
1.Kawasan Permukiman, sarana, dan prasarana sehat
2.Kawasan Pariwisata Sehat
3.Kawasan Industri dan perkantoran sehat
4.Kawasan Masayarakat Sehat yang mandiri
Di Kabupaten Bantul telah terbentuk :
1.Tim Pembina Kab Sehat, berdasarkan Keputusan Bupati Bantul No. 360 th 2006 ( anggota : Kepala SKPD yang terkait )
2.Tim Teknis Kabupaten Sehat, berdasarkan Keputusan Sekda Kab Bantul selaku Ketua Tim Pembina Kab Sehat No 01 th 2007 ( anggota : person yg ada di SKPD tim pembina )
3.Forum Komunikasi Kab Sehat, berdasarkan Keputusan Sekda Kab Bantul selaku Ketua Tim Pembina Kab Sehat No 06 th 2007 ( anggota : Organisasi massa keagamaan, organisasi profesi, perguruan tinggi, organisasi pemuda )
Jumlah kecamatan yang mengikuti program kabupaten sehat sebanyak 17 kecamatan, yang mana di setiap kecamatan sudah terbentuk Forum Komunikasi Kawasan Lingkungan Sehat Tingkat Kecamatan
Untuk tingkat Desa, jumlah desa yang mengikuti program Kabupaten Sehat baru 55 desa, yang mana 55 desa tersebut telah terbentuk Forum Komunikasi Kawasan Lingkungan Sehat Tingkat Desa. Masing masing desa sedikitnya ada 2 dusun percontohan kesehatan lingkungan, dengan membentuk organisasi di tingkat dusun yaitu Pokjanal (Kelompok Kerja Operasional)
READ MORE - Program Kabupaten Sehat di Kabupaten Bantul

Kegiatan Verifikasi Program Kabupaten Sehat di Kabupaten Bantul

BERITA – Jumat, 29 Jul 2011 09:04 WIB
Pada hari Kamis, 28 Juli 2011 dilaksanakan Verifikasi Program Kab Sehat yang dilaksanakan oleh Tim dari Pusat yang dipimpin oleh Bp. Nanang Besmanto, Msi dari Kementrian Kesehatan
Tim diterima oleh Bapak Wakil Bupati Bantul, Drs. Sumarno PRS di dampingi Ibu Kepala Dinas Kesehatan dr. Siti Noor Zaenab, M.Kes , SKPD terkait, Pengurus Forkom Kab Sehat dll.  di Dusun Badegan.
Selanjutnya Tim Pusat mengunjungi sampel yang ditunjuk untuk mewakili Kab Bantul dalam Program Kabupaten Sehat ini.
Untuk sampel yang dimajukan oleh Kab Bantul tahun ini adalah :
1.Kawasan Pemukiman dan Prasarana sehat di Dusun Badegan Desa Bantul Kecamatan Bantul dengan program unggulan Bank Sampah dan pemanfaatan sampah
2.Kawasan Industri dan Perkantoran Sehat di Dusun Manding Desa Sabdodadi Kecamatan Bantul dengan unggulan Industri Kulit yang bebas limbah, adanya Fasilitas Upaya Kesehatan Kerja di lokasi Industri
3.Kawasan Pariwisata Sehat di Dusun Tembi Desa Timbulharjo Kecamatan Sewon dengan unggulan Home stay, Pelestarian Budaya, Pemberdayaan Pengrajin, Rumah Budaya
4.Tatanan Kehidupan Masyarakat Sehat Yang Mandiri di Dusun Ponggok I Desa Trimulyo Kecamatan Jetis dengan unggulan Pengelolaan IPAL Komunal, Pengelolaan sampah organik jadi Pupuk, Yandu Balita Mandiri, Yandu Lansia Mandiri, Kegiatan Anti Narkoba, Senam Lansia, Senam Bumil Bulin, Senam aerobik
Pelepasan Tim Verifikasi dari Pusat dilaksanakan di Dusun Ponggok I oleh Asisten Sekda, Bp. Drs. Mardi Ahmad.
Nantinya setelah diverifikasi, akan ditetapkan apakah Kabupaten Bantul layak mendapatkan Penghargaan untuk Program Kab Kota Sehat yaitu Swasti Sabha Padapa.
READ MORE - Kegiatan Verifikasi Program Kabupaten Sehat di Kabupaten Bantul

Pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Belajar Internet

BERITA – Senin, 1 Agt 2011 10:19 WIB
Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Kantor Pengolahan Data dan Telematika (KPDT) Kabupaten Bantul melaksanakan kegiatan Pelatihan Internet dan Pengelolaan Subdomain bagi pejabat yang ada di lingkungan Dinas Kesehatan.
Pelatihan Internet dan Pengelolaan Sub Domain dibuka oleh Kepala Seksi Pengolahan Data KPDT Kabupaten Bantul, 
Tujuan pelatihan adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tentang internet, serta pengelolaan email dan subdomain Dinas Kesehatan kabupaten Bantul kepada Pejabat yang ada di lingkungan Dinkes Kabupaten Bantul
READ MORE - Pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Belajar Internet

Kegiatan Deteksi Dini Aktif Faktor Resiko Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah pada Bantul Expo 2011

BERITA – Kamis, 18 Agt 2011 08:08 WIB
Salah satu masalah kesehatan yang ada saat ini adalah beban ganda penyakit, yaitu pada satu sisi masih banyaknya penyakit infeksi yang harus ditangani dan di sisi lain adalah semakin meningkatnya juga angka kematian yang disebabkan oleh penyakit tidak menular. Berdasarkan Riskesdas tahun 2007, angka kematian yang disebabkan oleh penyakit tidak menular meningkat dari 41,7% pada tahun 1995 menjadi 59,5% pada tahun 2007 dan diketahui bahwa stroke merupakan pembunuh terbesar di Indonesia diikuti oleh Tuberkulosis.
Program Pengendalian Penyakit Tidak Menular pada tahun 2011 masih difokuskan pada pengendalian Faktor Resiko Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah serta pengendalian Faktor Resiko Kanker Payudara dan Kanker Leher Rahim. Fokus program Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah adalah Hipertensi, Stroke dan Penyakit Jantung Koroner. Deteksi dini faktor resiko menjadi penting untuk dilakukan sebagai upaya kohort dan terencana untuk mengendalikan kejadian Hipertensi, Stroke dan Penyakit Jantung Koroner. Dengan program pengendalian ini diharapkan angka prevalensi, angka kesakitan, angka kecacatan dan angka kematian yang diakibatkan oleh ketiga fokus penyakit di atas dapat ditekan seminimal mungkin. Program pengendalian faktor resiko penyakit jantung dan pembuluh darah ini sangat bergantung pada peran serta masyarakat karena berkaitan erat dengan perubahan pola perilaku hidup bersih dan sehat termasuk diantaranya adalah olahraga teratur, pola diit, keseimbangan mental emosional serta kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.
Secara program, deteksi dini faktor resiko penyakit jantung dan pembuluh darah dilaksanakan dengan 3 (tiga) metode, yaitu deteksi aktif, deteksi pasif dan deteksi berbasis masyarakat. Kabupaten Bantul melalui Dinas Kesehatan telah melaksanakan deteksi dini aktif dan pasif pada tahun 2010 melalui Puskesmas Sewon I. Pada tahun 2011 telah ditunjuk satu tambahan puskesmas model yaitu Puskesmas Piyungan.
Untuk meluaskan cakupan kegiatan, maka diadakan deteksi dini secara aktif pada event khusus yaitu Bantul Expo 2011. Deteksi dini aktif pada event khusus Bantul Expo 2011 ini telah dilaksanakan pada Jumat – Selasa, 15 – 19 Juli 2011 pada pukul 10.00 – 14.00 WIB di Pasar Seni Gabusan dengan melibatkan tim deteksi yang telah dilatih dari Puskesmas Piyungan, Puskesmas Imogiri I, Puskesmas Sewon I, Puskesmas Srandakan dan Puskesmas Sanden dengan kualifikasi petugas adalah dokter, perawat atau bidan, analis laboratorium dan petugas gizi atau promosi kesehatan. Sasaran program ini adalah semua warga pengunjung booth stand Dinas Kesehatan di Bantul Expo 2011 yang berusia ≥ 18 tahun.
Metode deteksi faktor resiko penyakit jantung dan pembuluh darah sesuai acuan program nasional, yaitu wawancara riwayat penyakit pribadi maupun keluarga; pemeriksaan fisik meliputi pengukuran berat badan dan tinggi badan yang akan mengacu ke Indeks Massa Tubuh, pengukuran lingkar perut dan pengukuran tekanan darah; pemeriksaan laboratorium meliputi pengukuran profil lipid.
Pelaksanaan program deteksi dini aktif pada event khusus Bantul Expo 2011 ini mendapat sambutan sangat meriah dari pengunjung, terutama karena pemeriksaan profil lipid secara gratis. Sasaran responden yang didapat selama 5 (lima) hari pelaksanaan adalah 245 orang.
Diharapkan, dengan dukungan lintas sektoral dan pemerintah daerah, program deteksi dini faktor resiko penyakit jantung dan pembuluh darah ini dapat dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan, sehingga faktor resiko yang ada di masyarakat dapat dikendalikan untuk menekan prevalensi stroke, hipertensi dan penyakit jantung koroner.
Sumber: Seksi Pengendalian Penyakit
Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan
Copyright © Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul
READ MORE - Kegiatan Deteksi Dini Aktif Faktor Resiko Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah pada Bantul Expo 2011

DINAS KESEHATAN KEMBALI TEMUKAN PANGAN TIDAK MEMENUHI SYARAT

BERITA – Selasa, 23 Agt 2011 12:04 WIB
Menghadapi lebaran tahun 2011, Dinas Kesehatan bersama dengan instansi terkait kembali lakukan sidak pengawasan keamanan pangan Senin-Kamis (15-18/8). Dalam pengawasan yang diikuti tim dari Dinkes, Disperindagkop, Pol PP serta BBPOPM Jogjakarta, tim menyisir toko-toko kelontong dan kios di sekitar pasar. Hasilnya masih cukup memprihatinkan, ditemukan berbagai produk pangan yang tidak memenuhi syarat kesehatan (TMS).
Dr Agus Tri Widiyantara, Kasi Penyelenggaraan Regulasi Kesehatan Dinkes Bantul yang memimpin tim pengawasan keamanan pangan mengungkapkan tujuan kegiatan ini adalah untuk melindungi masyarakat dari pangan TMS. Pangan TMS antara lain adalah pangan yang kadaluwarsa, kemasan/produk rusak, berjamur, mengandung bahan tambahan pangan (BTP) terlarang (mis Rhodamin, Formalin, Boraks) serta pangan yang tidak terdaftar (MD, ML, PIRT).
Pengawasan dilaksanakan di 7 kecamatan dan menyisir 38 toko dan kios yang menjual produk pangan. Tim melakukan pengecekan nomor registrasi pangan, tanggal kadaluwarsa dan kondisi fisik produk pangan. Selain produk pangan, petugas BBPOM Jogjakarta juga lakukan pemeriksaan obat-obatan yang dijual di kios dan toko.
Dalam kegiatan yang dilakukan selama tiga hari tersebut, tim gabungan menemukan ratusan pangan yang sudah kadaluwarsa, kemasan rusak, dan produk pangan yang sudah berjamur. Temuan tim gabungan masih didominasi oleh produk yang kadaluwarsa (ED/Expired Date), sebanyak 624 buah (81%),disusul dengan produk dan kemasan yang rusak 124 (16%), jamu BKO 13 (1,7%),obat keras 3 (0,4%), obat palsu 1 (0,6%). Total produk pangan TMS sebanyak 809 barang dari 182 item produk .
Selain produk pangan, petugas juga temukan obat palsu, obat keras (daftar G) serta produk jamu yang mengandung bahan kimia obat (BKO) yang dijual di kios-kios. Obat palsu merupakan obat dengan merk tertentu tetapi kandungan bahannya sangat diragukan, sementara obat keras seharusnya didapatkan hanya atas resep dokter dan tidak diperjualbelikan secara bebas.
Temuan-temuan tersebut sangat berbahaya bagi masyarakat yang mengkonsumsi karena dapat menimbulkan keracunan, infeksi maupun akumulasi bahan kimia dalam tubuhnya yang dalam jangka panjang dapat timbulkan kerusakan organ-organ tubuh. Bagi pedagang yang kedapatan memajang produk TMS dilakukan pembinaan dan diperintahkan untuk memusnahkan produk TMS tersebut.
Selain menjumpai produk TMS, tim gabungan juga temukan banyak toko dan kios yang melakukan pengemasan ulang (repacking) produk pangan tanpa memiliki sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Hal ini bertentangan dengan Perda nomor 4 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Perizinan di Bidang Kesehatan yang mensyaratkan setiap usaha pengemasan pangan harus memiliki sertifikat PIRT. Kepada pengusaha yang melakukan repacking produk pangan diharapkan segera mengurus sertifikat PIRT ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul.
READ MORE - DINAS KESEHATAN KEMBALI TEMUKAN PANGAN TIDAK MEMENUHI SYARAT

Rapat Koordinasi Data Kesehatan Bantul

BERITA – Kamis, 25 Agt 2011 09:18 WIB
Kamis(25/8), Dinas Kesehatan mengadakan kegiatan Rapat Koordinasi Data Kesehatan kabupaten Bantul, bertempat di aula Medika Dinas Kesehatan.
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Bantul, dalam arahannya disampaikan bahwa akan pentingnya manfaat dari data dan informasi, sera kelengkapan dan ketepatan waktu penyusunan profil kesehatan.
Peserta rakor adalah seluruh kepala seksi di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten bantul
READ MORE - Rapat Koordinasi Data Kesehatan Bantul